Author Archives: septiakhoirunnisa

Roti Goreng Kopi

Standard

P_20170606_153231_DF-01-01

Belakangan ini saya merasa bersalah dengan blog sendiri. Kaya manggil-manggil gitu si blog minta diisi. Masa katanya diisi kalau pas ada lomba aja, hehe. Oke lanjut. Jadi kali ini saya mau berbagi resep makanan yang bisa jadi solusi buat bukaan.

“Apa sih? Lebay banget kayaknya, paling juga absurd tuh resep makanan.”

Semoga yang baca gak ada yang berkomentar seperti di atas ya, karena walaupun memang agak sedikit absurd tapi InsyaAllah ini makanan masih bisa dimakan dan halal pastinya. Kalau ada yang bilang “Wah pinter masak ya?” dengan lantang saya akan bilang, “Enggak” karena saya lebih suka makan dan bereksperimen sesuka hati mengkreasikan makanan. Masalah enak atau engga itu urusan belakangan.

Gak jarang ya kita dengar bahwa cewek yang jadi incaran mama mertua adalah cewek yang bisa masak. Dan itu yang harus kalian pegang teguh, yang penting adalah ‘Bisa Masak’, masalah apakah masakan kita nanti seenak restoran atau engga mah urusan nanti dan bonus ketekunan kita belajar masak. Udah ah nanti dikira promosi diri pula sama calon mertua #eeeh.

Jadi bahan-bahannya itu murah meriah banget. Bahan pokoknya adalah roti tawar.

Jpeg

Bahan-bahan

Karena Emak saya kalo pulang dari kantor sering banget bawa roti tawar dalam jumlah yang cukup banyak, makanya saya terinspirasi mengolahnya menjadi makanan yang agak luar biasa. Mungkin karena harga itu roti murah kali ya, lalu Emak dengan sangat antusias memborongnya. Nah yang uniknya adalah terkadang Emak saya kalau beli roti gak sekalian beli selai, mentega, mesis dan lain-lain. Asli PR banget kan kalo makan roti gak pakai apa-apa, kayanya tuh roti nyangkutnya lebih lama di tenggorokan. Udah cukup kayaknya basa basinya, takut basi duluan ini tulisan. Hahaha.

Tercipta sebuah ide yang biasa aja sih sebenarnya, namanya roti goreng kopi. Mungkin ini bukan resep baru, tapi jujur saya mencoba ini tanpa melihat tutorial alias langsung praktek. Apaan tuh roti goreng kopi? Cekidot!

bahan

 

 

 

 

• Roti tawar

• Terigu
• Gula pasir
• Kopi

cara membuat

  • Pertama kita siapkan terlebih dahulu roti tawar. Terserah mau roti tawar bermerek atau yang murah meriah. Pinggiran roti tawarnya pun terserah mau dibuang atau engga.

Jpeg

  • Setelah itu bagi selembar roti tawar menjadi dua bagian. Karena ini memasak dengan prinsip gak pakai ribet, maka bisa sobek roti tawar dengan menggunakan tangan tanpa alat bantu.

Jpeg

  • Selanjutnya kita buat adonan untuk melapisi roti tawar tersebut dengan cara mencampur terigu, air dan bubuk kopi secukupnya.

Jpeg

  • Setelah adonan jadi maka bagian atas roti tawar yang telah dibagi dua kita olesi adonan tepung tadi.

2

  • Selanjutnya tebarkan gula pasir sesukanya di atas bagian roti yang telah diolesi adonan. Guna dari adonan yang dioles sebelum menabur gula adalah agar gula yang menjadi isi utama roti menempel dan gak berantakan.

Jpeg

  • Lalu roti yang telah diisi gula kita tekuk atau lipat.

Jpeg

  • Kalau sudah dilipat dua roti tawar berisi tersebut kita masukkan ke adonan terigu agar roti tersebut terbalut sempurna oleh adonan.
  • Tahapan selanjutnya adalah goreng roti beradonan dengan api sedang. Tunggu sampai roti goreng kopi berwarna kuning kecokelatan.
  • Setelah matang, roti goreng kopi siap untuk disajikan. Yeah! Akhirnya jadi juga roti ala kadarnya.

JADI

Saran penyajian #cieleeeh

Sebaiknya disantap saat roti masih hangat, karena roti masih empuk dan gula yang ada di dalamnya berasa meleleh. Kalau begitu ada baiknya buat roti goreng kopinya mendekati waktu berbuka. Oh iya di foto ada roti goreng yang warnanya lebih hitam, sekedar info aja itu hitam karena kadar kopinya terlalu banyak sedangkan yang disebelahnya cuma sedikit. Tapi InsyaAllah dua-duanya tetap maknyus #versi saya pastinya 😀

Oke deh, selamat mencoba dan selamat menikmati menu berbuka puasa baru yang mungkin rasanya agak unik. Hihi.

Advertisements

Trip to Derawan Part (2)

Standard
gusung sanggalau

Sumber Gambar: indonesia-tourism.com

Siapa yang nungguin cerita lanjutan perjalanan ke Pulau Derawan? Hayo tunjuk tangan. Haha! Pede banget yak. Biarlah, ada atau gak ada yang nungguin saya akan tetap melanjutkan cerita yang berawal dari sebuah impian. Yah meski updatenya agak lambat. Yups, dulu pernah saya berhayal bisa liburan ke sebuah tempat yang bisa dibilang ‘Wow’ banget versi saya, gak tahu kalo yang lain soalnya. Jadi ceritanya dulu pernah lihat ada postingan foto liburan seseorang ke Danau Labuhan Cermin, gak lama saya search di google tentang Danau itu dan seketika saya semakin jatuh cinta dengan alamnya beserta jernihnya air danau tersebut yang seperti cermin. Gak percaya? Nih salah satu potret dari Danau Labuhan Cermin,

Labuhan cermin edit

Akhirnya foto Danau Labuhan Cermin dari Mbah google saya save. Pernah dengar ceramahnya Ust. Yusuf Mansur, kata Beliau kalau kita punya keinginan atau hajat apa aja cara gampangnya salawatin dah apa yang kita mau. Kalian tahu? Saya pun langsung mempraktikannya dengan menyelawati foto Danau Labuan Cermin yang ada di HP saya. Kalau ada yang bilang cara ini masuk ke urusan bid’ah dan lain-lain. Saya pikir bukan, soalnya itu salah satu niat dan kepercayaan kita terhadap apa yang kita impikan. Mintanya kan tetap sama Allah. Daripada ucapan-ucapan yang kurang bermanfaat, mending selawatan aja kan? Hehe. Okey lanjut yak ceritanya!

Saya juga selalu merapal doa setiap selesai salat atau waktu senggang melamun, tapi gak galau lho ya, apalagi mikirin mantannya orang #ups. Semakin hari semakin yakin tuh bisa sampai ke Danau Labuhan Cermin, Kalimantan Timur. Ngayalnya sih udah oke banget, pengen foto di perahu yang ada di danau itu. Biar kaya foto-foto hits di instagram gitu. Atau di Kalimantan Timur kan banyak Pantai tuh, nah minimal baringan deh di pasir pantainya yang putih sambil natap langit. Gak lupa dengerin deburan ombak dan wanginya pantai. Asal jangan sampai ada kepiting nyapit kuping aja, kan gak lucu jadi kebangun dari mimpi.

Singkatnya Impian itu terwujud. Menang lomba blog buat ngeresensi Buku ‘Laris Manis Bisnis Wisata Halal yang diadakan oleh Cheria Travel. Hadiahnya tour gratis ke Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Memang enggak ke Danau Labuhan Cermin, tapi ini pun udah deket banget sama lokasi yang diimpikan. Pastinya malah lebih bersyukur karena bukan satu destinasi aja yang dikunjungi, kalau kalian baca itinerary-nya pasti senang banget. Kalem, ini bukan undian lottre jadi senangnya cukup dengan mengucap Hamdalah dan sujud syukur.

Jpeg

View di sekitar Cottage kami

“Wih! Pasti keren banget yak blognya sampai bisa menang?” dengan santai saya jawab, biasa aja blognya mah bahkan masih pakai blog yang gak pakai domain. Terus kalau ditanya apa resepnya bisa menang gitu? Percaya deh, masih banyak blogger keren yang lebih pantas buat menjawabnya. Kalau dari saya pribadi sih cuma bisa bilang, Menulislah dengan hati, hindari nyalin tulisan orang dan kurangi tulisan alay! Lalu percaya dengan impian dan terakhir doa banyakin.

Di postingan sebelumnya saya udah bahas tentang keberangkatan saya dari Bandar Lampung, buat yang belum tahu kisah sebelumnya bisa kalian baca di sini. Saya melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Derawan bersama teman-teman blogger. Setelah sekian jam perjalanan darat dan udara (bukan Avatar lho) akhirnya kami sampai di Berau. Karena udah cukup malam, jadi kami gak berani memaksakan diri untuk menjelajah lautan menuju Pulau Derawan.

Alhasil kami menginap di sebuah penginapan di Berau. Namun sebelum kami ke hotel, Pak Pendi selaku driver kami selama di Berau mengantarkan kami ke sebuah rumah makan. Buat kamu yang terpaksa bermalam di Berau, bisa nih mampir ke rumah makan ini. Atau kalau punya rekomendasi tempat makan lain di berau, silahkan. Oh ya, di rumah makan ini kita bisa ambil makanan sendiri alias prasmanan. Berasa di rumah sendiri kan? Ayo jangan malu-malu makannya. Menunya pun gak terlalu asing dengan lidah kami yang berasal dari Jawa dan Sumatera. Jadi sangat welcome di lidah kami. Yang paling saya ingat adalah tersedianya lalaban alias sayuran mentah yang paling disenangi orang sunda.

Masalah perut selesai, kami pun bergegas ke penginapan. Hotel Millenium menjadi tempat kami melepas lelah setelah perjalanan yang lumayan panjang. Fasilitas dari hotel ini ada Wifi, satu tempat tidur yang bisa menampung 3 orang, AC, TV dan dapat sarapan pagi sederhana. Lumayan, bisa meluruskan badan dan mengembalikan energi untuk persiapan kami di waktu-waktu seru selanjutnya.

Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu, di tempat inilah kita akan berpetualan mengarungi lautan menuju Pulau derawan yang kita impikan. Lama perjalanan dari Berau ke Tanjung Batu sekitar 2,5 sampai 3 jam. Sepanjang perjalanan mata saya dimanjakan dengan suguhan hutan, rumah penduduk khas Kalimantan, kehidupan masyarakat berau dan pemandangan Sungai Segah. Ada yang tak biasa bagi mata saya ketika melihat ada kapal besar seukuran kapal Feri yang berlayar di sebuah sungai, aneh saja bagi saya karena biasanya saya melihat atau bahkan naik kapal sebesar itu di lautan bukan di sungai. Hehe.

Selain Sungai Segah hal lain yang menarik perhatian saya adalah hutan. Yups, ada yang membuat hati saya sedih ketika melihat sebagian hutan di Kalimantan Timur rusak atau gundul. Semoga kedepannya ada upaya untuk mereboisasi hutan-hutan di Kalimantan, baik dari pemerintah maupun dari masysrakatnya sendiri. Tolong sama-sama jaga hutan kita ya, Sob! Indonesia, khususnya Kalimantan Timur itu sungguh indah bila lestari. Curhat soal kondisi alam Indonesia ini sungguhan, udah berasa kan seriusnya?

Kontur jalan di Kalimantan kurang lebih sama seperti di Sumatera, diselingi dengan tanjakan yang cukup pajang dan setelahnya turunan. Asik banget kalo dibawa enjoy, anggap saja lagi main rollcoster. Suasana sepanjang perjalanan di Kalimantan sangat recommended buat kalian yang mungkin lelah dengan aktivitas kota atau kurang piknik seperti saya. Di sini saya jarang lihat atau malah mungkin gak ada bangunan-bangunan tinggi dan polusi kendaraan yang berlebih. Jadi bisa bayangin dong gimana relaksnya trip kami waktu itu.

Jpeg

Menikmati perjalanan di Kalimantan Timur

Lanjut, sebentar scroll dulu ke atas. Lupa tadi sampai mana perjalanannya, hehe. Nah, setelah sampai di Tanjung Batu kami bersiap deh buat nyebrang pulau. Oh iya jangan lupa beli tiket dulu ya, Sob. Beli tiket di tempat resmi, biar aman dan terdata. Kita kan gak pernah tahu kedepannya, misal ada musibah (Jangan sampe, ya Robb) jadi kan penanganannya lebih mudah. Selain itu kita juga dilindungi asuransi.

Jpeg

Tempat pembelian tiket Tanjung Batu

Kapal motor alias spit milik Pak Hasan sudah menderung, pertanda kami harus segera memulai petualangan di lautan. Beberapa kali naik kapal Feri dan kapal cepat untuk menyebrang Selat Sunda, namun kali ini agak berbeda. Terombang ambing di tengah lautnya lebih terasa. Seru, meski awalnya sempat worried. Kali ini saya memutuskan untuk tidak berimajinasi, yang terpenting adalah menikmati perjalanan. Pak Hasan ini cukup lihai mengendalikan spit sehingga saya yang sempat takut pun menjadi percaya bakal aman sampai tujuan.

DCIM100GOPROGOPR9810.

Tak jarang saya, Teh Evrina dan Okka berteriak ketika spit yang kami tumpangi melayang lebih tinggi di atas permukaan laut. Kalo Kang Ali dan Khairul mah terlihat santai aja sambil foto-foto. Wajarlah ya namanya juga cewek, gak seru kalo gak pake ekspresi heboh. Haha. Lama perjalanan dari Tanjung Batu ke Pulau derawan sekitar 30 menit – satu jam. Kalian tahu apa yang membuat saya senang? Yups! Saya girang banget ketika mulai terlihat pucuk-pucuk pohon kelapa dan barisan cottages tepi pantai yang cozy. Itu artinya Pulau Derawan sudah di depan mata.

Jpeg

Cottages tepi pantai di Pulau Derawan

Alhamdulillah. Beruntung banget menurut saya, karena kami dapet penginapan yang langsung menjorok ke laut, jadi kalo salah satu dari kami ada yang galau bisa deh nyemplung kalem bareng penyu. Siapa tahu nemuin spesies baru ikan citul yang gak ada di kali deket rumah. Penginapan yang kami diami saat itu namanya Penginapan 88. Menurut penilitian saya (elah gaya bener) Penginapan 88 ini bisa jadi pilihan kalian buat yang mau ke Pulau Derawan, Kalau soal harganya saya sendiri kurang tahu, karena semua udah di-cover sama Cheria Travel. Mungkin solusinya kalian bisa tanya dan nego langsung sama mereka ketika kalian sampai di Derawan. Tenang, warga Derawan orangnya ramah-ramah. Asal kitanya juga ramah.

Pak Hasan dan istrinya sudah menyiapkan apa yang sekiranya kami butuhkan. Hari ini rencana kami adalah snorkeling di beberapa tempat. Namun sebelumnya kami istirahat sebentar sekalian bersih-bersih dan makan. Oh ya, Sob… tempat kami bermalam di Pulau Derawan ini memang nyaman. Fasilitas dalam satu kamar terdapat dua tempat tidur, AC, kamar mandi di dalam dan ada pintu belakang atau ruang kecil yang bisa kita gunakan buat jemur apapun yang perlu dijemur. Satu hal yang bikin kepo saya dan Okka waktu itu, kami penasaran kemana larinya air dari kamar mandi. Apa iya langsung nyemplung ke laut? Kan agak horror kalau begitu. Alhasil, saya yang penasaran pun sampai nunduk-nunduk mencari tetesan air kamar mandi itu ngalir kemana. Ya, meskipun terdengar sedikit konyol sih. Ah! Intinya para penduduk ini keren lah, bisa rapih dan gak mengeruhkan air laut.

Jpeg

Cottage yang kami diami

Selesai salat dan leha-leha, kami pun melanjutkan kegiatan yakni snorkeling. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman si Billy. Sayangnya saat snorkeling di sekitar Taman si Billy ini saya gak bisa ikutan nyemplung, gak apa-apa deh saya nunggu spit dengan Teh Evrina. Tapi Sob, dari atas kapal pun gak kalah serunya. Beberapa kali saya lihat penyu hijau melintas di sekitar kapal, seolah meledek kami yang gak ikut main air #kamu jahat, penyu!

Jpeg

Penyu di Pulau Derawan ini besar-besar

Saya memang gak ikut berenang manja bareng penyu dengan mereka, tapi cukup puas dengan melihat hasil jepretan mereka yang memperlihatkan keindahan Taman si Billy. Dengan terumbu karang yang masih terbilang bagus dan ikan-ikan kecil yang imut membuat saya cukup berimajinasi. Hey, dari atas kapalnya aja kalian udah bisa melihat ke dalam laut saking beningnya. Ya, begitulah cara saya menghibur diri karena gak bisa ikut snorkelingan. Haha.

DCIM105GOPROGOPR4790.

Taman laut tersembunyi

Ok, kita lanjut yak ke titik snorkeling yang lain. Pak Hasan kembali menyalahkan mesin spitnya, kami pun berpindah sedikit dari titik awal snorkeling. Kali ini kami kembali dibuat terpana dengan kebesaran Allah SWT. Bagaimana tidak, rasanya saya seperti berada di taman bintang laut. Buanyak banget bintang lautnya dan besar-besar. Yang mau foto sama bintang laut silahkan, tapi jangan lama-lama berada di luar air laut ya bintang lautnya. Takut malah menyakiti binatang indah ini, mereka juga kan ciptaan Tuhan.

Jpeg

Surganya bintang laut

Selanjutnya kami berkelana ke tempat dimana kalian bisa foto-foto kece ala-ala instagram di Gusung Sanggalau. Wow banget pokoknya ini tempat, Sob. Kalian bakal lupa waktu dan gak ingin pulang kalo udah mampir ke sini. Gusung Sanggalau ini kalo sebutan gampangnya pasir timbul, tempat ini bakal ada kalau air sedang surut aja Sob. Biar gak terlalu gosong-gosong amat ke tempat ini jangan lupa pake sunblock ya, sama satu lagi jangan sampai ninggalin sampah. Sure! Pasir putihnya ini bikin greget mata banget. Belum lagi nih ya waktu matahari pas terik-teriknya, saya sedikit teliti melihat pasirnya. Keren! Ada kilauan merah-merahnya gitu tuh pasir pas kena cahaya matahari langsung, gak tau deh yang lain merhatiin apa engga.

Gusung Sanggalau ini biasa dijadikan tempat foto prewedding juga lho, jadi buat yang mau foto prewed-nya agak sedikit kekinian bisa nih jadi tempat pilihan. Terus gimana buat yang masih jomblo? Tenang, namanya aja udah Gusung Sanggalau jadi memang tempatnya buat menggalau #eeh. Whatever, pikiran kalian di dunia nyata mending dilepas deh di tempat ini. Biar pikiran nge-restart ulang, jadi pas kembali beraktifitas badan dan pikiran kita udah kembali segar. Jangan lupa mensyukuri nikmat hidup, Sob.

IMG-20170303-WA0045.jpg

Pose heboh dikit di Gusung Sanggalau

Saya gak terlalu perhatikan berapa lama kami di tempat ini, yang jelas begitu spit menyentuh perairan dangkal kami langsung berhamburan ke segala penjuru. Sibuk dengan kamera masing-masing pastinya. Nah, di tempat ini impian saya terwujud, yakni berbaring sebentar di atas pasir pantai yang putih. Berada di sini seperti kalian mempunyai private island, sunyi dan nyaman. Ah! Lagi-lagi lisan dan hati saya mendengungkan kalimat syukur. Terima kasih banyak ya Robb… dipinjamkan mata untuk melihat keindahan alammu dan diizinkan untuk singgah ke tempat-tempat menakjubkan yang semuanya milik-Mu. Sungguh Agung dan kaya-Nya Engkau, lalu apa yang kami punya? Tapi terkadang masih sanggup menyombongkan diri.

Sepanjang langkah kaki saya di Gusung Sanggalau ini, banyak hal yang saya temui. Entah itu rasa syukur, haru, sampai beberapa jejak makhluk Allah SWT lainnya saya temukan. Yups! Saya menemukan sebuah benda seperti cangkang hewan laut, terus di tengah-tengahnya ada seperti gambar bintang. Bukan cuma saya saja ternyata yang menemukan cangkang pipih kecil ini, Irul pun menemukan dan saya baru tahu setelah melihat video miliknya. Saya kira gambar bintang itu digambar sama orang, tapi ternyata engga. Karena kepo saya langsung berguru sama Mbah Google. Agak susah sih nyari artikel tentang cangkang kerang ini, tapi akhirnya saya dapat jawabannya. Ternyata benda bulat kecil berwarna putih ini adalah cangkang atau bagian dari salah satu spesies bulu babi, saya lupa namanya. Okey, satu rasa penasaran saya terjawab dan saatnya kembali menikmati sisa-sisa waktu kepulangan kami dari tempat yang sangat menakjubkan ini.

Pak hasan mengomandokan untuk segera kembali ke spit. Foto-foto dan video kece kami sudah buanyak dan memori HP saya pun full. Sebagian foto masih tersimpan manis di memori kameranya Kang Ali. Someday, kalo udah gak sibuk jangan lupa kirim ya Kang. Haha. Lumayan kan buat ngobatin rasa kangen untuk balik lagi ke tempat-tempat indah di Pulau Derawan. Atau kalau pas galau, bisa liat foto-foto spesies ikan citul baru yang gak ada di Lampung. 😀

Tempat terakhir yang kami jamah pada hari itu adalah tempat dimana kamu bisa melihat ikan beraneka warna dari dekat. Bayangin gimana sensasinya kamu bisa berada sangat dekat dengan makhluk-makhluk cantik ini. Kalian akan diserbu oleh para ikan ketika mereka diberi makan berupa roti. Wih, asli seru banget! Wajib deh snorkeling di titik ini. Sayangnya saya kurang tahu nama tempatnya, tapi yang jelas di sini sama seperti di dermaga yang kami tinggali.

Jpeg

Tempat berkumpulnya para ikan

Puas banget perjalanan kali ini, kami udah cukup lelah dan kedinginan. Selesai untuk perjalanan hari itu dan akan dilanjutkan esok harinya. Masih di Kepulauan Derawan, kemana lagi kah langkah kaki kami akan berpijak? Next place kami memutuskan untuk temu kangen dengan para para ubur-ubur caem dan menikmati alam ala-ala BOLANG, bocah ilang maksudnya. Ah, pokoknya makin seru deh ceritanya. Doakan biar mood nulis lebih besar di postingan selanjutnya ya, biar makin berasa bikin ngiler kaliannya. #Haha jahat!

Biar makin seru, bisa langsung nonton videonya. Selamat menyaksikan 🙂

#MemesonaItu Optimis Berkarya dan Berbaik Sangka Pada Tuhan

Standard

#MemesonaItu

Secara umum memesona adalah sebuah kata yang berarti sesuatu yang membuat seseorang berdecak kagum terhadap apa yang dilihat, didengar atau dibacanya. Memesona menurut saya adalah bukan selalu tentang wajah atau bentuk fisik dari sosok manusia. #MemesonaItu optimis berkarya dan selalu berbaik sangka pada rencana Tuhan. Saat kita telah diberikan bentuk fisik yang sempurna dan wajah yang rupawan, namun tak diiringi dengan pikiran dan aksi baik yang mendukung, rasanya seperti ada yang kurang. Karena Allah menciptakan manusia dengan sesempurna mungkin yang didukung oleh akal pikiran. Nah, nantinya akal tersebut dapat kita gunakan untuk berkarya, mengatur suasana hati, menyemangati diri dan berbaik sangka terhadap segala hal yang Allah SWT berikan kepada hambanya. Ya! Semua hal baik itu harus kita praktikan terlebih dahulu pada diri kita.

Saya selalu terpesona pada siapapun yang semangat berkarya dalam segala aspek. Terpesona terhadap apa yang berhasil orang lain capai, selanjutnya saya pribadi akan berusaha menirunya. Meniru dalam arti baik yakni ikut merealisasikan semangat pencapiannya. Alaminya manusia adalah sosok yang senang sekali mencontoh, oleh sebab itu kita yang telah Allah beri akal harus bisa memilih hal apa saja yang baik untuk dicontoh dan ditinggalkan.

Kesuksesan orang yang pertama kali membuat saya terpesona adalah ketika mengikuti seminar di kampus waktu kuliah. Siapa yang tidak kenal dengan penulis yang bernama Asma Nadia? Yup! Beliau adalah salah satu penulis yang menginspirasi saya untuk berkarya dalam dunia sastra. Dalam seminar itu, Beliau memberikan materi yang menurut saya lebih mengarah pada semangat mendunia dengan menulis. Materi yang Beliau sampaikan terasa ringan untuk dimengerti, jadi para peserta seminar saat itu sangat antusias mendengarkan dan bertanya banyak hal tentang dunia kepenulisan. Ada beberapa hal yang saya catat dan masih sangat melekat di ingatan saya.

Yang pertama Beliau katakan, “Jangan takut mencoba, karena menulis bukan soal bakat. Semua orang bisa menulis buku. Pastikan juga untuk selalu menulis hal-hal baik di dalam buku kita, karena karya kita akan menjadi pertanggungjawaban diri di hadapan Allah SWT.”

Selanjutnya Beliau bertanya, “Siapa di sini yang mau jadi Penulis dan yakin karyanya terbit dan tersebar ke seluruh toko buku di Indonesia. Yuk, yang percaya tunjuk tangan!” saya pun dengan sangat antusias mengangkat tangan saya tinggi-tinggi. Karena sesungguhnya segala hal yang kita ingin capai akan terwujud saat kita memilih untuk mempercayainya.

FB_IMG_1491650442743

Foto Bersama Mba Asma Nadia usai seminar dan nonton bareng “Rumah Tanpa Jendela” di Bioskop

Sepulang dari seminar tersebut, saya merenungi banyak hal. Tekad saya semakin kuat untuk dapat menulis dan tulisan tersebut direalisasikan dalam bentuk buku. Tantangan terberat buat saya saat itu sebenarnya ada di semangat. Kerap kali rasa optimis menulis saya menurun karena masih bergantung dengan mood. Ibarat seorang tentara, saya mencoba mendisiplinkan waktu saya. Tentu saja disiplin waktu menulis. Pokoknya niat saya setiap hari harus ada yang ditulis, dengan cara membiasakan diri menulis maka akan membuat kita menjadi candu. Tidak masalah bila karya kita belum terbit.

Untuk mencapai sesuatu bukan hanya niat dan doa saja yang kita butuhkan, ada satu hal lagi yang menjadikan impian kita menjadi kenyataan yaitu usaha. Sama saja bohong kalau kita tidak bergerak. Maka pergerakan pertama saya waktu itu adalah merapihkan akun Facebook saya. Saya mulai mencari group kepenulisan di FB, serta memperbanyak teman yang sejalan dengan visi dan misi kita yakni menulis. Dari cara saya memperbanyak rekan FB yang berprofesi sebagai penulis, mulai deh muncul sifat alami manusia yakni kepo banyak hal tentang dunia kepenulisan. Tak jarang saya memberanikan diri bertanya kepada Penulis yang telah melahirkan karya. Penulis yang biasanya sering mendapat pertanyaan dari saya adalah Eva Riyanty Lubis dan Ka Indah Mutiara Putri. Dari merekalah saya banyak mengambil pelajaran. Bagi saya mereka sangat memesona dalam berkarya. Terim kasih untuk kalian berdua. 🙂

Ada satu hal yang lucu dari proses belajar saya. Dulu saya terjerumus masuk ke sebuah group kepenulisan oleh Eva dan Ka Indah. Untuk pertama kalinya saya berani memposting kalimat perkenalan saya di group tersebut. Karena terlalu semangat tanpa mempelajari peraturan group terlebih dahulu, alhasil ada satu komen yang cukup ‘sengit’ mengomentari postingan saya. Hahaha, jadi geli sendiri kalau ingat hal itu. Jadi saya dimarahi abis-abisan sama salah satu anggota group, kalau tidak salah ibu-ibu. Jadi Beliau komen tentang tulisan saya yang alay karena disingkat-singkat. Karena saya termasuk orang yang sensitif, yang pertama kali masuk ke hati saya saat itu adalah kesal. Kaget sih lebih tepatnya, karena selama ini gak pernah ada yang komen soal tulisan disingkat. Percakapan alot pun terjadi dan akhirnya saya meminta maaf.

Pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian itu adalah saya menjadi lebih terbuka lagi untuk menerima masukan. selain itu saya berusaha teliti membaca setiap peraturan group yang saya ikuti dan pastinya sangat berdampak sekali pada peningkatan kualitas tulisan saya. Terima kasih banyak Bu, karena sudah menegur saya tempo hari. Seiring berjalannya waktu semakin banyak ilmu yang saya dapatkan dari para senior di dunia kepenulisan. Walaupun saya tidak terlalu aktif untuk komen di group, saya selalu menyempatkan waktu membaca setiap postingan group.

Sampai akhirnya ilmu-ilmu yang saya dapat dari para Penulis saya terapkan dalam sebuah ajang membuat lomba cipta puisi dan saya menang untuk pertama kalinya. Bukan masalah tentang tingkatan lomba puisi tersebut yang mungkin masih tingkat dasar. Semakin hari optimis menulis semakin membuncah sampai akhirnya melahirkan karya dalam bentuk buku antalogi. Tidak berhenti sampai di situ karena setelahnya dua novel solo saya terbit di sebuah penerbit mayor dan mejeng manis di seluruh toko buku di Indonesia. Masyallah, begitu memesonanya kuasa Allah SWT. 

AEC40209-5570-4EF1-8087-6DD3EAB966DE

Saya selalu terngiang-ngiang oleh kalimat positif dari Uni saya. Uni Nur Alimarni pernah bilang pada saya untuk selalu berprasangka baik pada Ilahi, karena Allah selalu sesuai dengan prasangka hambanya. Dan saat itu saya percaya bahwa buku saya akan segera terbit dan terjual di toko buku nasional. Merinding dan sangat bersyukur. Satu persatu impian saya terwujud. Ada hal yang harus saya kontrol setelah pencapaian terealisasi yakni mengontrol diri agar tidak cepat puas belajar dan menjadi tinggi hati. Hey! Kalian tahu semua upaya baik yang kita bangun dapat runtuh jika di hati kita mulai terserang virus mudah puas dan sombong.

Berjalannya waktu, saya mulai dihampiri komentar-komentar pembaca buku saya. Bagi saya, pembaca adalah hartanya seorang penulis. Dengan adanya mereka maka banyak koreksi yang akan datang dengan sendirnya dan itu sangat membantu meningkatkan kualitas tulisan. Banyak juga dari pembaca menjadi tertarik untuk menerbitkan buku. Insyaallah, dengan senang hati saya berbagi ilmu kepenulisan meski saya yakin saya belum sepenuhnya baik dalam dunia kepenulisan. 

Love is a much needed emotion in today_s world and it is always welcomed. It is a great way of cashing in on your own moral savings. Many people donate to charities that they are passi

Ini beberapa tips yang saya berikan untuk yang ingin memulai berkarya.

 

Proses belajar saya tidak berhenti sampai di sini saja. Saat ini saya sedang mempelajari dunia Blog. Masih awam banget, namun tetap optimis belajar dari segala penjuru. Diam-diam saya senang memantau blog-blog orang. Saya sangat salut dengan mereka yang selalu update dengan blognya, terlebih melihat penghargaan-penghargaan yang diperoleh dari lomba blog mereka. Terima kasih karena kalian, para blogger senior telah menginspirasi saya. Dari kalian pula saya belajar untuk mempercantik konten blog dan membiasakan diri untuk menulis untuk sebuah artikel di blog, pastinya sedikit berbeda sensasinya ketika menulis karya fiksi seperti novel.

Satu lagi manfaat dari Berbaik sangka pada Tuhan pun datang menghampiri. Belum lama saya mencoba lebih serius menekuni dunia Blogger, Alhamdulliah saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke sebuah pulau yang ada di Kalimantan Timur, yaitu Pulau Derawan. Yups! Dulu saya pernah sangat ingin berkunjung ke Danau Labuhan Cermin yang ada di Kalimantan Timur. Saking inginnya, foto-foto yang seseorang upload di Facebook saya salawatin. Ikut saran Ust. Yusuf Mansur, Beliau bilang kalau ada sesuatu hajat yang kita pengen maka salawatin aja sebanyak-banyaknya. Entah kenapa saya ikut mempraktikannya. Dan singkatnya Allah Ijabah lewat lomba blog. Ya, meskipun waktu ke Kalimantan Timur belum sempat ke Labuhan Cermin, tapi akhirnya saya bisa sampai juga ke daerah yang saya impikan.

PhotoGrid_1489482667435

Di Maratua, Kalimantan Timur.

Selesai satu pencapaian maka akan ada impian-impian baru yang ingin kita wujudkan. Untuk menggapai segala impian tersebut kita memerlukan lebih banyak energi positif. Usahakan untuk terus optimis berkarya dan percaya akan kesuksesan yang diiringi oleh langkah Tuhan. Yups! Inilah versi #MemesonaItu menurut saya, pastinya setiap orang akan memiliki pandangan berbeda mengenai arti dari memesona itu sendiri. Yang terpenting adalah selalu tempatkan arti #MemesonaItu pada hal yang membawa kebaikan di dalam hidup kita. Teruslah memesona dan menginspirasi banyak orang, agar hidup tak hanya sekedar numpang bernapas namun juga membawa bekal terbaik untuk menuju akhirat.

Yuk ikutan sharing arti #MemesonaItu menurut kalian. Masih ada kesempatan beberapa hari lagi. Info lengkap bisa dibaca di sini

Artikel ini diikutkan dalam lomba #MemesonaItu.

#MemesonaItu