#MemesonaItu Optimis Berkarya dan Berbaik Sangka Pada Tuhan

Standard

#MemesonaItu

Secara umum memesona adalah sebuah kata yang berarti sesuatu yang membuat seseorang berdecak kagum terhadap apa yang dilihat, didengar atau dibacanya. Memesona menurut saya adalah bukan selalu tentang wajah atau bentuk fisik dari sosok manusia. #MemesonaItu optimis berkarya dan selalu berbaik sangka pada rencana Tuhan. Saat kita telah diberikan bentuk fisik yang sempurna dan wajah yang rupawan, namun tak diiringi dengan pikiran dan aksi baik yang mendukung, rasanya seperti ada yang kurang. Karena Allah menciptakan manusia dengan sesempurna mungkin yang didukung oleh akal pikiran. Nah, nantinya akal tersebut dapat kita gunakan untuk berkarya, mengatur suasana hati, menyemangati diri dan berbaik sangka terhadap segala hal yang Allah SWT berikan kepada hambanya. Ya! Semua hal baik itu harus kita praktikan terlebih dahulu pada diri kita.

Saya selalu terpesona pada siapapun yang semangat berkarya dalam segala aspek. Terpesona terhadap apa yang berhasil orang lain capai, selanjutnya saya pribadi akan berusaha menirunya. Meniru dalam arti baik yakni ikut merealisasikan semangat pencapiannya. Alaminya manusia adalah sosok yang senang sekali mencontoh, oleh sebab itu kita yang telah Allah beri akal harus bisa memilih hal apa saja yang baik untuk dicontoh dan ditinggalkan.

Kesuksesan orang yang pertama kali membuat saya terpesona adalah ketika mengikuti seminar di kampus waktu kuliah. Siapa yang tidak kenal dengan penulis yang bernama Asma Nadia? Yup! Beliau adalah salah satu penulis yang menginspirasi saya untuk berkarya dalam dunia sastra. Dalam seminar itu, Beliau memberikan materi yang menurut saya lebih mengarah pada semangat mendunia dengan menulis. Materi yang Beliau sampaikan terasa ringan untuk dimengerti, jadi para peserta seminar saat itu sangat antusias mendengarkan dan bertanya banyak hal tentang dunia kepenulisan. Ada beberapa hal yang saya catat dan masih sangat melekat di ingatan saya.

Yang pertama Beliau katakan, “Jangan takut mencoba, karena menulis bukan soal bakat. Semua orang bisa menulis buku. Pastikan juga untuk selalu menulis hal-hal baik di dalam buku kita, karena karya kita akan menjadi pertanggungjawaban diri di hadapan Allah SWT.”

Selanjutnya Beliau bertanya, “Siapa di sini yang mau jadi Penulis dan yakin karyanya terbit dan tersebar ke seluruh toko buku di Indonesia. Yuk, yang percaya tunjuk tangan!” saya pun dengan sangat antusias mengangkat tangan saya tinggi-tinggi. Karena sesungguhnya segala hal yang kita ingin capai akan terwujud saat kita memilih untuk mempercayainya.

FB_IMG_1491650442743

Foto Bersama Mba Asma Nadia usai seminar dan nonton bareng “Rumah Tanpa Jendela” di Bioskop

Sepulang dari seminar tersebut, saya merenungi banyak hal. Tekad saya semakin kuat untuk dapat menulis dan tulisan tersebut direalisasikan dalam bentuk buku. Tantangan terberat buat saya saat itu sebenarnya ada di semangat. Kerap kali rasa optimis menulis saya menurun karena masih bergantung dengan mood. Ibarat seorang tentara, saya mencoba mendisiplinkan waktu saya. Tentu saja disiplin waktu menulis. Pokoknya niat saya setiap hari harus ada yang ditulis, dengan cara membiasakan diri menulis maka akan membuat kita menjadi candu. Tidak masalah bila karya kita belum terbit.

Untuk mencapai sesuatu bukan hanya niat dan doa saja yang kita butuhkan, ada satu hal lagi yang menjadikan impian kita menjadi kenyataan yaitu usaha. Sama saja bohong kalau kita tidak bergerak. Maka pergerakan pertama saya waktu itu adalah merapihkan akun Facebook saya. Saya mulai mencari group kepenulisan di FB, serta memperbanyak teman yang sejalan dengan visi dan misi kita yakni menulis. Dari cara saya memperbanyak rekan FB yang berprofesi sebagai penulis, mulai deh muncul sifat alami manusia yakni kepo banyak hal tentang dunia kepenulisan. Tak jarang saya memberanikan diri bertanya kepada Penulis yang telah melahirkan karya. Penulis yang biasanya sering mendapat pertanyaan dari saya adalah Eva Riyanty Lubis dan Ka Indah Mutiara Putri. Dari merekalah saya banyak mengambil pelajaran. Bagi saya mereka sangat memesona dalam berkarya. Terim kasih untuk kalian berdua. 🙂

Ada satu hal yang lucu dari proses belajar saya. Dulu saya terjerumus masuk ke sebuah group kepenulisan oleh Eva dan Ka Indah. Untuk pertama kalinya saya berani memposting kalimat perkenalan saya di group tersebut. Karena terlalu semangat tanpa mempelajari peraturan group terlebih dahulu, alhasil ada satu komen yang cukup ‘sengit’ mengomentari postingan saya. Hahaha, jadi geli sendiri kalau ingat hal itu. Jadi saya dimarahi abis-abisan sama salah satu anggota group, kalau tidak salah ibu-ibu. Jadi Beliau komen tentang tulisan saya yang alay karena disingkat-singkat. Karena saya termasuk orang yang sensitif, yang pertama kali masuk ke hati saya saat itu adalah kesal. Kaget sih lebih tepatnya, karena selama ini gak pernah ada yang komen soal tulisan disingkat. Percakapan alot pun terjadi dan akhirnya saya meminta maaf.

Pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian itu adalah saya menjadi lebih terbuka lagi untuk menerima masukan. selain itu saya berusaha teliti membaca setiap peraturan group yang saya ikuti dan pastinya sangat berdampak sekali pada peningkatan kualitas tulisan saya. Terima kasih banyak Bu, karena sudah menegur saya tempo hari. Seiring berjalannya waktu semakin banyak ilmu yang saya dapatkan dari para senior di dunia kepenulisan. Walaupun saya tidak terlalu aktif untuk komen di group, saya selalu menyempatkan waktu membaca setiap postingan group.

Sampai akhirnya ilmu-ilmu yang saya dapat dari para Penulis saya terapkan dalam sebuah ajang membuat lomba cipta puisi dan saya menang untuk pertama kalinya. Bukan masalah tentang tingkatan lomba puisi tersebut yang mungkin masih tingkat dasar. Semakin hari optimis menulis semakin membuncah sampai akhirnya melahirkan karya dalam bentuk buku antalogi. Tidak berhenti sampai di situ karena setelahnya dua novel solo saya terbit di sebuah penerbit mayor dan mejeng manis di seluruh toko buku di Indonesia. Masyallah, begitu memesonanya kuasa Allah SWT. 

AEC40209-5570-4EF1-8087-6DD3EAB966DE

Saya selalu terngiang-ngiang oleh kalimat positif dari Uni saya. Uni Nur Alimarni pernah bilang pada saya untuk selalu berprasangka baik pada Ilahi, karena Allah selalu sesuai dengan prasangka hambanya. Dan saat itu saya percaya bahwa buku saya akan segera terbit dan terjual di toko buku nasional. Merinding dan sangat bersyukur. Satu persatu impian saya terwujud. Ada hal yang harus saya kontrol setelah pencapaian terealisasi yakni mengontrol diri agar tidak cepat puas belajar dan menjadi tinggi hati. Hey! Kalian tahu semua upaya baik yang kita bangun dapat runtuh jika di hati kita mulai terserang virus mudah puas dan sombong.

Berjalannya waktu, saya mulai dihampiri komentar-komentar pembaca buku saya. Bagi saya, pembaca adalah hartanya seorang penulis. Dengan adanya mereka maka banyak koreksi yang akan datang dengan sendirnya dan itu sangat membantu meningkatkan kualitas tulisan. Banyak juga dari pembaca menjadi tertarik untuk menerbitkan buku. Insyaallah, dengan senang hati saya berbagi ilmu kepenulisan meski saya yakin saya belum sepenuhnya baik dalam dunia kepenulisan. 

Love is a much needed emotion in today_s world and it is always welcomed. It is a great way of cashing in on your own moral savings. Many people donate to charities that they are passi

Ini beberapa tips yang saya berikan untuk yang ingin memulai berkarya.

 

Proses belajar saya tidak berhenti sampai di sini saja. Saat ini saya sedang mempelajari dunia Blog. Masih awam banget, namun tetap optimis belajar dari segala penjuru. Diam-diam saya senang memantau blog-blog orang. Saya sangat salut dengan mereka yang selalu update dengan blognya, terlebih melihat penghargaan-penghargaan yang diperoleh dari lomba blog mereka. Terima kasih karena kalian, para blogger senior telah menginspirasi saya. Dari kalian pula saya belajar untuk mempercantik konten blog dan membiasakan diri untuk menulis untuk sebuah artikel di blog, pastinya sedikit berbeda sensasinya ketika menulis karya fiksi seperti novel.

Satu lagi manfaat dari Berbaik sangka pada Tuhan pun datang menghampiri. Belum lama saya mencoba lebih serius menekuni dunia Blogger, Alhamdulliah saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke sebuah pulau yang ada di Kalimantan Timur, yaitu Pulau Derawan. Yups! Dulu saya pernah sangat ingin berkunjung ke Danau Labuhan Cermin yang ada di Kalimantan Timur. Saking inginnya, foto-foto yang seseorang upload di Facebook saya salawatin. Ikut saran Ust. Yusuf Mansur, Beliau bilang kalau ada sesuatu hajat yang kita pengen maka salawatin aja sebanyak-banyaknya. Entah kenapa saya ikut mempraktikannya. Dan singkatnya Allah Ijabah lewat lomba blog. Ya, meskipun waktu ke Kalimantan Timur belum sempat ke Labuhan Cermin, tapi akhirnya saya bisa sampai juga ke daerah yang saya impikan.

PhotoGrid_1489482667435

Di Maratua, Kalimantan Timur.

Selesai satu pencapaian maka akan ada impian-impian baru yang ingin kita wujudkan. Untuk menggapai segala impian tersebut kita memerlukan lebih banyak energi positif. Usahakan untuk terus optimis berkarya dan percaya akan kesuksesan yang diiringi oleh langkah Tuhan. Yups! Inilah versi #MemesonaItu menurut saya, pastinya setiap orang akan memiliki pandangan berbeda mengenai arti dari memesona itu sendiri. Yang terpenting adalah selalu tempatkan arti #MemesonaItu pada hal yang membawa kebaikan di dalam hidup kita. Teruslah memesona dan menginspirasi banyak orang, agar hidup tak hanya sekedar numpang bernapas namun juga membawa bekal terbaik untuk menuju akhirat.

Yuk ikutan sharing arti #MemesonaItu menurut kalian. Masih ada kesempatan beberapa hari lagi. Info lengkap bisa dibaca di sini

Artikel ini diikutkan dalam lomba #MemesonaItu.

#MemesonaItu

Advertisements

Komentarnya, Kakak. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s