Persaudaraan Indah Bersama-Nya

Standard
5a54ca04f7a9aeaf81c2790ff92fdf35

Sumber Gambar: Google

Salah satu hal menarik untuk dibahas di kehidupan manusia adalah sebuah perasaan bernama kasih sayang. Dengan adanya kasih sayang maka keharmonisan hidup bersama dapat terus terjaga. Rasa sayang tidak hanya ditunjukan kepada sepasang kekasih, lebih luasnya berkasih sayang dapat terjadi pada orangtua dan anak, adik dan kakak, sahabat, murid dan guru atau apapun bentuk hubungan baik lainnya yang ada di muka bumi ini.

Andai terselip sebuah pertanyaan, “Siapakah orang yang paling kamu sayang?” maka jawaban setiap orang akan beragam. Namun bila pertanyaan itu akhirnya mampir kepada saya, maka saya akan menjawab mereka keluarga inti saya. Ada Ayah, mamah dan adik-adik saya. Lalu bila didesak lagi hanya boleh menyebutkan satu orang, sepertinya sayapun akan sedikit kewalahan. Oke, keluarga inti sudah pasti dan bila hanya boleh disebut satu orang maka orang itu adalah Kakak spesial yang biasa saya sebut Uni. Kami tidak berasal dari rahim yang sama, bahkan kami tidak memiliki ikatan darah sedikitpun. Unik bukan? Ya! Kami ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi saudara sejak kurang lebih lima tahun yang lalu. Mungkin bagi sebagian orang akan terkesan lebay atau mungkin akan mengabaikan hubugan adik dan kakak di antara kami.

Kisah kami bermula 5 tahun lalu. Perkenalan kami untuk pertama kalinya hanya sebatas pada dunia maya. Yups! Lewat Facebook kami mulai saling menyapa dan entah mengapa seperti terbesit ada rasa cocok untuk ngobrolin banyak hal. Mungkin kalian akan merasa bingung, kok bisa seperti itu? Apa tidak takut tuh kenal orang baru di dunia maya pula? Jawabannya adalah bisa dan Alhamdulillah tidak ada rasa takut saat menjadi selangkah lebih akrab dengan beliau. Padahal aslinya saya bukan orang yang mudah kenal dan dekat dengan orang baru, tapi entah kenapa Allah yakinkan hati ini untuk mempererat tali persaudaraan di antara kami.

16113991_1908620432693109_8756513859915190374_n

Mungkin ada juga orang yang melihat hubungan kami ini dengan pandangan sinis, “Jangan-jangan mereka lesbi, soalnya masa bisa sedekat itu.” Please, kalau ada lagi yang berpikiran seperti itu kayaknya perlu lebih banyak piknik, Sob. Hihi. Atau kalian bisa ngobrol dan ketemu kami berdua langsung buat memastikan. Asik, berasa jumpa pers gitu ya. Over all, terserah sih gimana tanggapan orang. Yang pasti Uni Nur Alimarni ini sudah menikah dan mempunyai empat orang anak yang lucu-lucu. Saya sendiri masih suka lihat Oppa Korea yang tampan-tampan. Hehehe. Oke, skip.

Bagaimana bisa tahu kalau beliau itu orang baik, sedangkan bertemu saja belum pernah? Alhamdulillah, kami sudah pernah berjumpa dua kali. Tepatnya saat saya masih kuliah beberapa tahun lalu. Kalau di agama kami jika ingin menilai seseorang baru boleh dilakukan saat kita telah bermalam bersamanya, karena khawatir dengan adanya penilaian dari pertemuan singkat akan membuat hati kita menjadi berburuk sangka terhadap orang lain.

Cerita sedikit tentang pertemuan kami. Waktu itu Uni dan suaminya sedang ada urusan ke Jakarta. Nah! Beliau pikir itulah waktu yang tepat untuk kami bertemu. Kebetulan saat itu aku kuliah di Depok. Mendengar sang Kakak ada di Jakarta dan mengajak bertemu, otomatis si adik kegirangan. Wajar, selama ini kami hanya bersua sebatas maya. Dua kali pertemuan kami dilakukan di hotel dan beliau selalu ditemani oleh suaminya. Tidak perlu ditanya gimana rasanya bertemu Kakak yang selama ini selalu memantau sang adik dari kejauhan. Pastinya senang! Alhamdulillah. 

Kalau ditanya mengapa saya sangat menyayangi Beliau, jawaban pastinya karena Beliau adalah sosok Kakak yang benar-benar perhatian dan bisa menjadi panutan. Teramat banyak yang Beliau ajarkan kepada saya. Bagaimana seharusnya menjadi wanita muslim yang benar, baik itu dari segi berpakaian maupun dari segi tingkah laku. Beliau juga tidak segan-segan menasehati saya saat saya berbuat salah. Ya selayaknya seorang Kakak membimbing adiknya, dengan tegas namun tetap menjaga perasaan saya agar tidak tersinggung. Lalu saat saya gundah atau butuh pendapat, Beliau selalu ada mensuport setiap kemajuan hidup saya. Di saat yang lain mungkin menentang proses kemajuan saya, beliau seolah ada di belakang membantu sekuat tenaga. Mungkin orang lain akan melihat apa yang hanya mereka bisa lihat saja, namun pada kenyataannya persaudaraan kami terlampau indah layaknya persaudaraan di antara saudara kandung. Memang! Beliau memang saudara kandung yang Allah turunkan langsung untuk saya tanpa lewat perantara hubungan kekerabatan. 

Banyak hal yang kami bagi bersama. Saling menguatkan apabila di antara kami ada yang sedang rapuh dengan kehidupan masing-masing yang kami jalani. Tak jarang kami menangis bersama via telepon hanya karena kami merasa rindu. Maklum, jarak kami yang cukup jauh yang membuat kami sulit untuk sering bertemu. Beliau di Padang dan saya di Lampung. Naik pesawat pun harus ke Jakarta dulu untuk saling mengunjungi. Ah! Saat menulis ini pun saya kembali merasa rindu dengan pertemuan kami dahulu. Rindu ini menyeruak ke sanubari hingga tetesan bening mengalir bebas di kedua sudut pipi.

16649051_1919512724937213_7950112292773591898_n

Saya dan Uni Nur

Di setiap sujud mesra saya kepada Allah SWT, tak pernah lupa terselip doa untuk Beliau di sana. Berharap agar Allah selalu jaga persaudaraan di antara kami sampai ke surga-Nya. Alangkah beruntungnya saya karena telah menemukan saudari sekaligus sahabat yang Allah pertemukan sehingga semakin menguatkan iman.

Bulan Februari kemarin Kakak saya ulang tahun dan saya belum memberikan Beliau hadiah. Bila diberi kesempatan, saya ingin menghadiahkan beliau sebuah handphone. Semoga dengan hadiah handphone tersebut segala kegiatan mengajar dan organisasi Beliau bisa lebih lancar. Uni saya bukan tidak punya handphone, tapi terkadang HP Beliau suka dipakai anak-anaknya untuk bermain. Harap maklum, namanya juga anak-anak. hehe.

Oke, kembali ke cerita persaudaraan kami. Semoga banyak hal positif yang ditebar dari ukhuwah indah kami. Semoga makin banyak orang yang menemukan partner hebatnya masing-masing. Buat yang belum menemukan soulmate sejatinya buruan dicari, karena persaudaraan yang dilandaskan oleh cintanya Tuhan akan berdampak baik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita kelak. Bersaudaralah dengan orang-orang baik agar kamu tertular baik. Apabila kamu sudah menemukan orang yang sangat kamu sayang dan doi juga sangat menyayangimu, maka genggam eratlah orang tersebut. Jangan kalian lepaskan hanya karena satu masalah yang seharusnya tidak merusak hubungan persaudaraan yang selama ini kita bina. Akhir kata saya ucapkan, “Selamat memupuk rasa berkasih sayang dengan orang yang tepat di dalam ke hidupan kita masing-masing. Semoga beruntung menemukan persaudaraan yang indah bersama-Nya.”

Screenshot_2016-02-19-18-05-56_1

Sumber Gambar: IG

 

Bandarlampung, 12 Maret 2017

Artikel ini diikutsertakan pada lomba blog Elevenia. Bila mau ikutan bisa kepo info di sini.

 

Advertisements

Komentarnya, Kakak. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s