Menjejaki Impian

Standard

Ketika mempunyai satu impian maka kejarlah impian tersebut sebelum kemalasan yang akan mengejarnya. Itu sih yang aku paham dari sekian banyak orang sukses di dunia. Dari mereka jugalah aku mulai bangkit memperbaiki diri. Masih banyak yang kurang sih, namun selama hal baik tersebut gak pernah kita wujudkan maka selamanya kita akan menjadi buruk.

Dimulai dari mimpiku di waktu kecil, menjadi seorang Penulis. Waktu awal-awal aku sempat juga bertanya ke diriku sendir, ‘Mampu kah aku menjadi penulis?’ atau ‘Bisa kah aku punya novel sendiri seperti mereka?’ dan masih banyak pertanyaan absurd lainnya di kepalaku. Tapi memang benar, terkadang cobaan hidup yang kita alami dapat menciptakan rasa yang baru yaitu rasa semangat untuk maju.

Di tahun 2012 impianku mulai terlihat nyata. Akhirnya aku mempunyai antalogi cerpen. Gak lama dari itu antalogi puisi ku pun terbit. Sumpah! rasanya itu senang banget, apalagi ketika memegang kedua buku tersebut. 😀

Antalogi cerpen 1      antalogi puisi 1

Setelah lahirnya kedua buku antalogi tersebut, aku semakin semangat berkarya. Semakin hari daya imajinasiku semakin berkembang. Kenapa aku bilang semakin berkembang? karena aku merasa setiap apa yang dilihat itu seolah mempunyai cerita. Tentu saja aku gak mau kehilangan setiap momen yang terlintas dan akhirnya sedikit demi sedikit kucoba merangkainya menjadi sebuah novel. Sure! terlalu banyak kisah yang ada di sekeliling kita. Dari kisah-kisah merekalah aku banyak menemukan makna kehidupan. Sampai pada akhirnya kisah-kisah sederhana itu saling menyatu dan terangkum di dalam novel-novelku. “Rahasia hati” dan “Sebuah Penantian”. 🙂

my buk1   buku ke 2

Sebelumnya, saat kedua buku antalogi terbit aku merasa senang banget. Dan sekarang saat kedua novelku terbit senang bangetnya pakai pangkat tujuh. Apalagi saat melihat novel-novel itu mejeng rapih di seluruh toko buku.

Oke

Alhamdulillah, ternyata Allah SWT mendengarkan semua doaku secara perlahan. ya! perlahan, karena mungkin kalau doa-doa itu terkabul terlalu cepat, aku mungkin akan menjadi sosok yang sombong dan cepat puas. Kedepannya aku akan terus berusaha menyempurnakan impian-impian itu. Dan aku harap kalian juga sama seperti diriku, memperjuangkan impian kalian. Bismillah! Salam SUKSES untuk kita semua! 🙂 😉

Advertisements

Komentarnya, Kakak. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s