Kisah Si Markisa

Standard

DSC_0103 markisa blog

Usiaku saat ini genap 23 tahun. Itu artinya aku gak masuk katagori remaja lagi. Sebagian teman SMA dan kuliahku bahkan sudah ada yang melahirkan anak untuk kesekian kalinya. Sedangkan aku? Oke, kayaknya lebih baik di-skip aja bagian ini. Takut kesannya malah curcol di blog. 😀

Ya! jika kalian menjadi orang-orang yang ada di sekitarku saat ini pastinya kalian akan bertanya, kenapa kok jomblo terus? Gak laku tah? Mau cari yang gimana sih? Atau mungkin ada juga yang terlintas dalam pikirannya kalau aku gak suka sama cowok. Nah, untuk bagian terakhir itu yang mengerikan. Hey! Serius, aku masih normal. Tetap saja kalau ada cowok ganteng yang hilir mudik gak akan mungkin aku bilang cantik. ***Eh sorry, jadi nerusin curhat :D***

Okeh, intinya untuk sekarang ini aku masih fokus menekuni apa yang menjadi hobiku. Selain menulis hobiku yang lainnya adalah belajar bisnis. Ya, meskipun belum bisa dikatakan ada di tingkat dewa. Tentunya aku masih di tahap pemula, masih banyak hal yang harus dipelajari.

Aku mulai menyukai bisnis sejak duduk di bangku SD. Apa saja barangnya, selama bisa dijual dan tentunya gak berbahaya pastilah menjadi sasaran untuk kujual. Dimulai dari berjualan hasil kebun seperti buah markisa, jambu dan lain sebagainya. Oh iya ada satu cerita menarik yang pastinya susah buat dilupakan sampai sekarang, cerita tentang buah markisa. Ya! gara-gara tumbuhan merambat ini aku sempat menjadi buah bibir satu kelas. Waktu itu kalau gak salah aku kelas 4 SD. Jadi, cerita singkatnya dagangan markisaku itu laku keras. Dari hari ke hari semakin banyak saja peminat buah segar itu. Tentu saja aku senang. Tapi satu hal yang gak gue sadari sejak lama, ternyata ada satu teman yang iri melihat daganganku laris. Entah kenapa. Doi menyebar fitnah kalo aku dapet markisa itu dari hasil nyolong. Parah! Jadi sejak itulah aku putuskan untuk berhenti jualan markisa. Aku males berdebat karena kupikir itu cuma menghabiskan tenaga saja.

Biarpun badanku dulu paling kecil, tapi aku selalu berusaha menanamkan pemikiran yang besar. Aku pikir biarlah Allah saja yang balas. Toh gak akan menyelesaikan masalah juga kalau aku ngotot membalasnya dengan hal buruk.

Nah cerita tentang markisa ini udah dikemas dalam novel keduaku, Novel “Sebuah Penantian”. Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah membacanya.

Sebelum curhatan ini  kututup, aku cuma mau bilang “Hidup markisaaaaaa!!!” 🙂 😀

1293773251detail_EDISI_KUSUS_100__SQUASH_JERUK_MARKISA_APW21

Advertisements

Komentarnya, Kakak. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s