Impian Masa Kecil

Standard

masa anak-anak

“Kalo udah besar nanti, kamu mau jadi apa?” Dulu, sewaktu kecil pasti kita semua pernah diberi pertanyaan absurd seperti itu. Kenapa aku bilang absurd? Pada dasarnya sih karena yang ditanya saat itu adalah bocah ingusan yang bahkan untuk mengerti maksud dari pertanyaan itu pun cukup sulit. Kebanyakan dari anak-anak itu hanya sekedar meniru atau bisa juga karena profesi itu terlalu sering berulang di telinga mereka.

Dan akhirnya suatu hari pertanyaan absurd itu pun datang ke diriku. Dengan Entengnya aku menjawab, “Mau jadi dokter, Kek. Tapi kalo gak bisa ya jadi arsitek. Tapi mau jadi penulis juga deh.” Kakek pun hanya tersenyum dan membelai lembut rambut ikal gue.

“Kenapa gak jadi guru aja?” tanya Kakek lagi.

PhotoMania_1409034608924

“Gak ah, Kek. Aku gak suka berdiri di depan kelas, lagian di keluarga kita kan rata-rata jadi guru. Belum ada yang jadi penulis, kan? Jadi aku mau jadi penulis aja.” Jawab gue dengan mantap.

Lagi-lagi Kakek hanya tersenyum. Gak ada kalimat memaksa ataupun menyetujui. Sejak percakapan itu aku menjadi rajin untuk menulis. Entah di buku diary, di kertas selembar atau di buku tulis sekolah. Banyak hal yang aku jadikan bahan tulisan. Seperti saat berselisih dengan anak-anak di komplekku sewaktu SD. Hehe, namanya juga anak-anak. Pasti ada masa-masa lucu dan aneh seperti itu. Gimana gak dibilang aneh, kadang-kadang yang membuat kami bertengkar pun hal sepele seperti halnya gak diajak bermain gobak sodor. Terus ujung-ujungnya kami main kata-kataan. Hihihi ^^

Sampai suatu ketika aku ‘perang dingin’ dengan satu anak cewek di komplek. Biasanya sehari dua hari sih udah kembali normal bermain, tapi lain halnya dengan teman cewekku yang satu ini. Dia dua tahun di atasku dan sebelumnya kami berteman baik. Tapi entah gara-gara apa dia memulai mengejekku dengan ledekan khas anak-anak. Dan entah kenapa juga aku malah terpancing dengang ejekannya. Aku sih gak balas meledeknya dengan kata-kata kotor, aku cuma menulis surat yang isinya nasihat keren semacam ceramah Mamah Dedeh. Dan yang lebih konyolnya lagi aku bela-belain keluar rumah sehabis shalat subuh demi mengantar surat itu ke rumahnya. Niatnya sih cuma mau memasukan surat tersebut ke dalam rumah temen gue melalui sela-sela pintu ruang tamunya.

Sampai akhirnya ketahuan kalo aku yang mengirimkan surat itu dan hebohlah satu komplek. Pak RT di lingkungan kami pun ikut membantu menyelesaikan masalah anak-anak tersebut. Dan akhirnya selesai. Lebay ya? hahaha. Tapi memang begitulah ceritanya. Sebenarnya dulu yang paling membuatku kesel itu sama bapaknya temanku, masalah anak-anak aja doi ikut-ikutan. Karena aku bete ngeliat anaknya dibelain terus padahal salah, jadi deh surat kecil itu melayang ke rumah temanku.

Satu hal yang aku inget dari kata-kata bapaknya temenku itu. Oh iya, anggaplah namanya Pak Toi. Jadi Pak Toi itu menuduh orangtuaku yang buat atau ngajarin aku nulis kalimat nasehat seindah itu. Hehehe, bagiku sih indah. Tapi entah bagi mereka, mungkin kesannya menceramahi. Jadi mereka pikir gak mungkin tulisan anak kecil sebagus itu rangkaian kata-katanya. Nah! sejak itulah aku semakin yakin untuk menjadi seorang penulis. Awalnya sih cuma untuk membuktikan kalo aku bisa nulis kata-kata yang baik dan pastinya gue gak mau orangtuaku yang dicurigai seolah memanas-manasi anaknya untuk menulis surat kecil itu πŸ˜€

Tapi kalo sekarang sih, sure! aku udah baikan ko sama doi. Ya iyalah, gak asik banget kan udah segede gini kita masih pada kaya anak kecil. Bahkan kalo ingat masa-masa itu gue malah tersenyum. lucu aja mengenangnya πŸ™‚

Yah! begitulah motivasi awalku menulis. Bahkan dimulai dari dunia anak-anak dan mulai memuncak semangat menulis tersebut setelah keributan kecil di komplek πŸ˜€

Advertisements

Komentarnya, Kakak. :-)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s